iklan Kareba Parlementa
Sulselsatu
Sulselsatu
iklan Kareba Parlementa

Teten Masduki: Pandemi Covid-19 Percepat Transformasi UMKM Offline ke Online

Iklan Humas SulSel
SULSELSATU.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah menguji ketahanan ekonomi nasional, maka menyikapi hal tersebut, School of Management and Leadership, Tanri Abeng University, Jakarta, mengadakan Webinar Seri 1 dengan topik:  Turning Crisis into Opportunity: Peran Pelaku Ekonomi UMKM & Koperasi di Masa dan Pasca Covid-19, pada Rabu (20/5/2020) lalu.
 
Hadir sebagai pembicara, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Rektor Tanri Abeng University dan Pencetus Konsep BUMR, Tanri Abeng dan Dekan School of Management & Leadership Tanri Abeng University, Ahmad Azmy.
 
Dalam webinar ini, Teten Masduki mengatakan bahwa mayoritas pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.
 
“Sehingga memberi kotribusi 97 persen terhadap lapangan kerja dan 60 persen kepada PDB sehingga kondisi pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada UMKM hingga perekonomian Nasional,” ujarnya.
 
Selanjutnya, ia memaparkan Lima Skema Perlindungan dan Pemulihan Koperasi dan UMKM, yaitu pertama, melalui pemberian bansos untuk UMKM yang berhenti operasional. Kedua, pemberian insentif pajak untuk UMKM dengan omset di bawah 4,8 M.
 
Selanjutnya yang ketiga, relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi koperasi dan UMKM. Keempat, pemberian modal kerja baru yang dipermudah untuk UMKM yang belum terhubung ke Lembaga Pembiayaan. Kelima, dari aspek demand menjadi penting.
 
BUMN pangan menjadi off taker produk-produk pertanian dan perikanan yang mengalami penurunan permintaan. Pemerintah juga mendorong belanja kementerian dan lembaga untuk menyerap produk UMKM.
 
“Kita juga membuat gerakan untuk belanja produk dalam negeri, produk Indonesia, produk lokal. Ini saya kira diharapkan bisa menggerakkan ekonomi. Meskipun begitu, masih ada UMKM yang bisa bertahan, terutama yang di sektor pangan dan kebutuhan dasar, misalnya bahan baku pangan, produk-produk herbal, natural, buah-buahan, makanan praktis. Sekarang itu banyak inovasi-inovasi UMKM yang membuat frozen food maupun kemasan yang siap saji. Dan juga ada yang non pangan, misalnya APD non medis, alat kesehatan risiko rendah, alat-alat olahraga, ini meningkat. Yang paling signifikan, sebagian besar UMKM yang terhubung dengan marketplace online, yang terhubung dengan ekosistem digital ini growing. Cuma memang disayangkan, yang sudah terhubung dengan market online ini baru 13 persen, jadi baru 8 juta pelaku usaha,” kata Teten.
 
Lebih lanjut, Teten menjelaskan bahwa beberapa rekan e-commerce memprediksi ke depan, kemungkinan ada perubahan perilaku konsumen, sehingga tren belanja online ini akan meningkat.
 
“Jadi ini pandemi Covid memberikan berkah ke kita untuk mempercepat transformasi UMKM offline ke online. Jadi kita targetnya 87 persen kita garap betul. Tantangannya memang tidak mudah. Selama ini pelatihan UMKM offline ke online itu keberhasilannya rendah, 4 sampai 10 persen. Karena memang ini bukan semata-mata bagaimana menghubungkan mereka dengan market online, tapi bagaimana manajemen mereka, produksinya mereka, kapasitas produksi standarnya, dan juga mereka harus bertarung dengan brand-brand besar yang juga promosi di market online. Jadi, ini memang selain fasilitas teknis untuk menghubungkan mereka dengan market online, tapi juga kemampuan kewirausahaannya,” katanya.
 
Di akhir pemaparannya, Teten juga menjelaskan bahwa usaha besar saat situasi ekonomi sedang lesu akan menunda investasi dan menunggu keadaan lebih baik. Namun, untuk UMKM tidak demikian. UMKM dengan segala kondisi harus tetap berjalan meskipun tidak mendapatkan keuntungan. Hal ini mempertegas peran UMKM dalam memberikan dinamika keadaan ekonomi meski dalam kondisi lesu.
 
Selain Menteri Koperasi dan UKM, hadir sebagai pembicara, Tanri Abeng yang menjabat sebagai Rektor Tanri Abeng University menyoroti pentingnya memiliki sense of crisis.
 
“Kita ini dalam kondisi krisis bahkan twin krisis, krisis Covid-19 yang telah menyeret krisis ekonomi bangsa ini, sehingga dalam kondisi krisis, kita harus memiliki sense of crisis, yaitu segala hal harus dilakukan cepat dan tepat tanpa protokol birokrasi,” kata Tanri Abeng.
 
Berbagi pengalamannya, Tanri Abeng menegaskan bahwa dalam krisis selalu ada peluang sehingga ia kembali memperkenalkan konsep BUMR-The TA Model, yaitu sebuah konsep yang mengedepankan micro enterprises, small stakeholders/ producers dalam skala lokal, nasional dan market global.
 
Konsep ini dapat dijadikan salah satu solusi dalam menghadapi dampak ekonomi wabah pandemic Covid-19.
 
Beliau pun mengusulkan: pertama, perlu dibentuk dewan khusus penanganan wabah pandemi Covid-19 yang berfokus pada urusan ekonomi. Kedua, pentingnya penyusunan klaster BUMR-Pangan yang mampu memediasi petani dan koperasi petani untuk menghasilkan industri rakyat yang bergerak maju dalam bidang industri pengolahan dan pemasaran.
 
Selain itu, turut hadir sebagai peserta, Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, periode 2014-2016, Irman Gusman yang menanggapi pemaparan Tanri Abeng.
 
“Pemaparan Pak Tanri ini sudah konkret sekali sehingga pemerintah tinggal menjalankan saja. BUMR adalah upaya memajukan kesejahteraan umum sebagaimana telah jelas tertuang dalam Pembukaan UUD,” ujarnya.
 
Kemudian, Didik J. Rachbini juga turut memberikan pandangannya sebagai peserta.
 
“Masalah Covid-19 ini global. Jadi, siapa yang harus diprioritaskan? Yang harus diprioritaskan adalah 20% masyarakat terbawah. Kebutuhan akan pangan dan kesehatan harus dipenuhi karena dua hal ini adalah sumber konflik sosial,” ucapnya.
 
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak juga diberi kesempatan menjelaskan Strategi Pemerintah Jawa Timur.
 
“Ada dua situasi di masyarakat saat ini, penurunan daya beli dan perubahan minat beli, yaitu menunda pembelian, sedangkan 60% dari Aggregate Expenditure GDP-nya Jawa Timur adalah dari konsumsi, kalau sampai ini terjadi maka terjadilah lingkaran setan yang menyebabkan Aggregate Expenditure kita akan semakin kontraksi dan itulah sebabnya kita mencoba menggairahkan dengan program sales atau diskon di platform e-commerce sehingga ada minat besar dari masyarakat,” kata dia.
 
Pembicara terakhir, Ahmad Azmy menegaskan tentang pentingnya strategi pengembangan SDM UMKM melalui konsep BUMR.
 
“Setiap UMKM itu harus memiliki perencanaan SDM yang terstuktur dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis UMKM dengan pola rekrutmen yang baik, kemudian setelah mendapatkan SDM yang kompetitif maka bisa dikembangkan kompetensinya, kemudian kita rencanakan management careernya, kita terapkan reward and punishment-nya sampai dengan membuat struktur kompensasi yang kompetitif,” kata Ahmad.
 
Webinar ini diharapkan dapat memberi wawasan pentingnya penanganan UMKM dengan baik sebagai bagian dari pergerakan ekonomi bangsa, baik saat masa krisis maupun di masa normal. Perkembangan UMKM akan menghasilkan solusi yang lebih baik ke depannya untuk Indonesia.
 
Editor: Kink Kusuma Rein
Iklan PDAM
...
Sulselsatu

Catat! Berikut Menu Diet Seminggu yang Ampuh

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Baik Diet OCD maupun Diet Mayo, Bagi Sahabat Sehat yang sedang berniat untuk diet, tak ada salahnya untuk mengadopsi gaya hidup...
Sulselsatu

6 Kerajaan Tertua di Indonesia

SULSELSATU.com - Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kerajaan pada jaman dahulu. Kerajaan-kerajaan tersebut pernah jaya pada masanya dan kini kita hanya bisa...
Sulselsatu

3 Cara Ampuh Keluarkan Lendir Saat Bayi Batuk Pilek

SULSELSATU.com - Kondisi Si Kecil yang baru lahir memang membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit. Terlebih jika cuaca di luar sedang tak menentu. Akibatnya, bukan hanya...
Sulselsatu

Seks Anal Bisa Sebabkan Kehamilan? Begini Kata Pakar

SULSELSATU.com - Ada sebuah kecenderungan pasangan melakukan seks anal alias penetrasi Mr P ke anus perempuan. Pertanyaannya, mungkinkah seks anal mengakibatkan kehamilan. Dr Mary Jane...
Sulselsatu

OPINI: Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Triliana s. Utina (Mahasiswa Universitas Gorontalo) Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat menjadi...
Sulselsatu

Debit Air Naik Signifikan, Dandim Jeneponto Minta Warga Evakuasi ke Dataran Tinggi

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Debit air di Bendungan Kareloe Jeneponto terus meningkat. Hingga pukul 22.52 Wita, Jumat (12/6/2020), ketinggian air dilaporkan sudah di level 185. Dandim...
Sulselsatu

BREAKING NEWS: Bernasib Sama dengan Danny, Taufan Pawe Didiskualifikasi KPU Parepare

SULSELSATU.com, PAREPARE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare memutuskan mendiskualifikasi pasangan calon walikota dan wakil walikota Parepare, Taufan Pawe-Pangerang Rahim. Keputusan itu dibacakan usai...
Sulselsatu

Terapkan Perwali, PD Pasar Perketat Protokol Kesehatan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sebagai salah satu tempat yang rawan penyebaran virus Covid-19, pasar tradisional di Makassar terus berupaya mendisiplinkan aktivitas di pasar dengan menerapkan...
Dinas Pendidikan
Sulselsatu

GALERI FOTO: Rudianto Lallo Resmi Jadi Pimpinan Sementara DPRD Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Anggota DPRD Makassar Periode 2019-2024 di Gedung DPRD Makassar, Senin (9/9/2019). Rudianto Lallo dipercayakan menjadi Ketua Sementara DPRD...

Baca Juga

Sulselsatu

Kawasan Industri Bantaeng Jalin Kolaborasi dengan Kawasan Industri Makassar

SULSELSATU.com, BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng baru saja menggelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Bantaeng Sinergi Cemerlang (Perseroda) dengan PT. Kawasan Industri...
Sulselsatu

Airlangga Sebut Industri Rokok Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

SULSELSATU.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut industri rokok atau tembakau tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, ada juga industri makanan...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

SULSELSATU.com - Sebuah video memperlihatkan seorang oknum barista Starbucks Indonesia tengah melihat aktivitas pelanggan melalui CCTV. Dalam video terlihat oknum tersebut melakukan zoom in ke...
Sulselsatu

Selangkah Lagi, Kabupaten Barru Berstatus Open Defecation Free di Indonesia

SULSELSATU.com, BARRU - Kerja keras Pemerintah Kabupaten Barru bersama pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, serta elemen masyarakat mengampanyekan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tempat,...

TERKINI

Sulselsatu

Rudy Apresiasi Keterlibatan GP Ansor dalam Penanganan Covid di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengapresiasi kesiapan...
Sulselsatu

NasDem Makassar Salurkan APD ke Tingkat RT/RW

SULSELSATU.com, MAKASSAR - NasDem Makassar bagi-bagi Alat Pelindung Diri (APD) untuk...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Jenazah Pasien Covid-19 di India Dibuang ke Lubang Besar

SULSELSATU.com - Petugas medis di India membuang jenazah Covid-19 ke sebuah...
Sulselsatu

Pantau Kinerja Gugus Tugas, Rudy Ancam Evaluasi Pegawai Tak Becus

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menekankan ke...
Sulselsatu

Cegah Covid, KPU Makassar Siapkan Opsi Pemungutan Suara di Hotel

SULSESATU.com, MAKASSAR - KPU Makassar menyiapkan opsi untuk melakukan pemungutan suara...
Sulselsatu

Pemprov Perpanjang Pembebasan Denda PKB hingga 30 September

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pemprov Sulsel memperpanjang masa pemberian insentif pembebasan denda...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Aksi Unik Tenaga Medis Pakai APD Warna-Warni Bak Power Rangers

SULSELSATU.com - Aksi kreatif para tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo saat mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) warna-warni. Hal tersebut membuat mereka...